Blora — Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Blora ke-276, diselenggarakan acara Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama di Pendopo Kabupaten Blora. Pada kesempatan tersebut, KH. Muharror Ali menyampaikan sejumlah nasihat yang mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan Al-Qur'an, baik bagi para penghafal Al-Qur'an maupun masyarakat secara umum.
Menjaga Hafalan Al-Qur'an adalah Amanah
KH. Muharror Ali mengingatkan bahwa menghafal Al-Qur'an bukan sekadar sebuah prestasi, melainkan amanah yang harus dijaga dengan terus mengulang (murojaah) dan membacanya secara rutin. Beliau menegaskan bahwa seorang penghafal Al-Qur'an yang lalai hingga hafalannya hilang karena tidak pernah diulang akan mendapatkan dosa.
Beliau mengutip sabda Rasulullah SAW:
"Aku tidak melihat dosa yang lebih besar daripada dosa seseorang yang telah diberi hafalan surat atau ayat Al-Qur'an, kemudian ia melupakannya."
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Karena itu, beliau berpesan agar para hafiz dan hafizah tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan untuk membaca Al-Qur'an. Bahkan ketika mendapat undangan khataman atau simaan Al-Qur'an, hendaknya diusahakan untuk hadir.
Beliau menyampaikan dengan bahasa khas Jawa yang penuh makna:
"Kalau ada undangan mengaji Al-Qur'an, sebisa mungkin datanglah. Meskipun niat awalmu karena bisyarah (honor), setidaknya tubuhmu tetap mendapatkan keberkahan bersama Al-Qur'an."
Sebaliknya, beliau mengingatkan agar jangan sampai terlalu sibuk memenuhi berbagai undangan mengajar kitab hingga melalaikan murojaah Al-Qur'an. Menurut beliau, kecintaan kepada Al-Qur'an harus tetap menjadi prioritas utama bagi seorang penghafalnya.
Khataman Al-Qur'an Membawa Keberkahan bagi Lingkungan
Dalam kesempatan tersebut, KH. Muharror Ali juga menjelaskan besarnya keberkahan yang dihadirkan Al-Qur'an ketika dibaca secara istiqamah di suatu tempat.
Beliau mengatakan bahwa apabila sebuah rumah senantiasa digunakan untuk tadarus hingga khataman Al-Qur'an, maka insya Allah keluarga yang tinggal di dalamnya akan memperoleh kehidupan yang penuh ketenteraman, kerukunan, keamanan, serta rezeki yang diberkahi Allah SWT.
Prinsip yang sama, menurut beliau, juga berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Beliau menyampaikan bahwa apabila Pendopo Kabupaten rutin dijadikan tempat khataman Al-Qur'an, maka daerah tersebut akan memperoleh keberkahan sehingga kehidupan masyarakat menjadi lebih kondusif, damai, dan ekonomi masyarakat pun semakin baik.
Beliau bahkan menyampaikan sebuah harapan yang pernah terlintas ketika mendapat kesempatan menghadiri undangan di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Saat itu para ulama diminta memberikan usulan, dan beliau sebenarnya ingin mengusulkan agar Istana Negara sesekali dijadikan tempat penyelenggaraan khataman Al-Qur'an.
Menurut beliau, apabila Al-Qur'an rutin dibaca di Istana Negara, insya Allah kehidupan bangsa juga akan semakin kondusif. Beliau bahkan berseloroh bahwa apabila Jakarta kekurangan para hafiz untuk menyelenggarakan khataman, Blora siap mengirimkan para penghafal Al-Qur'an.
Menutup pesan tersebut, beliau mengajak agar tradisi khataman Al-Qur'an di Pendopo Kabupaten Blora terus dijaga dan diistiqamahkan. Beliau berharap kegiatan tersebut menjadi wasilah terwujudnya persatuan antara pemerintah dan masyarakat dalam semangat:
"Nyawiji Mbangun Blora, Akur, Makmur, Misuwur."
Empat Keutamaan bagi Orang yang Senantiasa Membaca Al-Qur'an
Di akhir tausiyahnya, KH. Muharror Ali menyampaikan empat keutamaan yang dijanjikan Allah SWT bagi orang-orang yang senantiasa membaca dan mentadabburi Al-Qur'an.
- Dikaruniai ketenangan hati dan rezeki yang penuh keberkahan. Allah SWT memberikan ketenteraman batin sekaligus melimpahkan rezeki yang baik kepada orang yang istiqamah bersama Al-Qur'an.
- Selalu berada dalam limpahan rahmat Allah SWT. Rahmat Allah akan senantiasa menaungi majelis-majelis yang dipenuhi bacaan Al-Qur'an.
- Dikelilingi para malaikat yang mendoakan dan memohonkan ampunan. Bahkan ketika seseorang menyelesaikan khataman Al-Qur'an, doa-doanya diaminkan oleh puluhan ribu malaikat.
- Mendapatkan kebanggaan dan pujian dari Allah SWT di hadapan para malaikat. Orang yang gemar membaca Al-Qur'an memperoleh kemuliaan yang sangat tinggi di sisi Allah SWT.
Keutamaan-keutamaan tersebut selaras dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mengenai keutamaan majelis yang di dalamnya dibacakan Al-Qur'an.
Melalui nasihat ini, KH. Muharror Ali mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya menjadikan Al-Qur'an sebagai bacaan, tetapi sebagai pendamping kehidupan. Semoga semangat khataman Al-Qur'an yang telah dimulai di Pendopo Kabupaten Blora terus istiqamah dilaksanakan dan menjadi sumber keberkahan bagi pemerintah, masyarakat, serta kemajuan Kabupaten Blora.
(Ditulis oleh Pengurus Bidang Pendidikan JMQH Kabupaten Blora)

0 Comments