Enam Pesan Kehidupan dari Ning Nawal Arafah pada Harlah JMQH Kabupaten Blora

 


Blora — Dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Jam'iyyah Mudarasatil Qur'an Lil Hafizhat (JMQH) Kabupaten Blora yang diselenggarakan pada Ahad, 5 April 2026, para peserta mendapatkan mauidhoh hasanah yang sarat dengan nilai-nilai akhlak, kecintaan kepada Al-Qur'an, dan ketulusan dalam beribadah. Nasihat tersebut mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup sekaligus membangun karakter seorang muslim yang penuh kasih sayang, pemaaf, dan ikhlas.
Berikut beberapa pesan penting yang disampaikan dalam kesempatan tersebut:

Menebarkan Kasih Sayang kepada Semua Manusia

Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya memiliki hati yang mudah memaafkan serta menyayangi sesama manusia tanpa membedakan agama maupun latar belakangnya.

Sebagai teladan, disampaikan sebuah kisah yang terdapat dalam Risalah al-Qusyairiyah. Diceritakan bahwa suatu ketika seorang penganut Majusi kehabisan bekal dan mendatangi rumah Nabi Ibrahim AS untuk meminta makanan. Namun, Nabi Ibrahim menolak menjamunya karena orang tersebut tidak bersedia memeluk Islam.

Atas peristiwa itu, Allah SWT menegur Nabi Ibrahim seraya berfirman bahwa meskipun orang tersebut telah kufur kepada-Nya selama bertahun-tahun, Allah tetap memberinya rezeki setiap hari. Maka tidak sepantasnya Nabi Ibrahim enggan memberinya makan hanya karena ia belum beriman.

Mendengar teguran tersebut, Nabi Ibrahim segera mencari orang Majusi itu, mempersilahkannya masuk ke rumah, lalu menjamunya dengan penuh penghormatan meskipun ia tetap belum memeluk Islam.

Keteladanan serupa juga tampak pada diri Rasulullah SAW ketika berdakwah di Thaif. Beliau tidak hanya ditolak, tetapi juga diusir dan dilempari batu hingga terluka. Namun, Rasulullah SAW tidak membalas dengan kemarahan. Sebaliknya, beliau memaafkan mereka dan memanjatkan doa:
"Allahumma ihdi qawmi."
"Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku."

Kedua kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa kasih sayang dan sikap memaafkan merupakan akhlak para nabi yang patut diteladani.

Kunci Menjadi Pribadi yang Mudah Memaafkan

Dalam tausiyah tersebut juga dijelaskan beberapa cara agar seseorang mampu memaafkan orang lain, termasuk mereka yang pernah mengecewakan atau menyakitinya.
Pertama, luruskan niat bahwa segala amal semata-mata dilakukan untuk mencari ridha Allah SWT, bukan untuk memperoleh pujian ataupun balasan dari manusia.
Kedua, orang yang mudah memaafkan memiliki kedudukan mulia di sisi Allah. Mereka menjadi terkenal di langit dan didoakan oleh para malaikat, meskipun bukan termasuk orang yang rutin melaksanakan salat malam.
Ketiga, hati yang dipenuhi sifat pemaaf akan menjadi bersih dari dendam dan kebencian. Kebersihan hati inilah yang menjadi salah satu sebab diterimanya amal-amal ibadah di sisi Allah SWT.

Ikhlas Menerima Ketentuan Allah

Pesan berikutnya adalah pentingnya menerima segala ketentuan Allah SWT dengan penuh keikhlasan.
Beliau menyampaikan bahwa keikhlasan dalam menerima qadha dan qadar akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan. Oleh karena itu, ketika mendapat perlakuan buruk atau disakiti orang lain, tidak perlu membalas dengan keburukan yang sama. Sikap yang dianjurkan adalah memaafkan dan menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT.

Keikhlasan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti kekuatan iman dan bentuk tawakal kepada Allah.


Evaluasi Diri Ketika Membaca Al-Qur'an Terasa Berat

Salah satu nasihat yang sangat menyentuh adalah tentang hubungan seorang hamba dengan Al-Qur'an.
Beliau menjelaskan bahwa apabila seseorang yang biasanya mudah membaca Al-Qur'an tiba-tiba merasakan bacaan menjadi berat dan sulit, maka hal itu dapat menjadi tanda bahwa hubungan spiritualnya dengan Allah SWT sedang mengalami penurunan.

Karena itu, dianjurkan untuk memperbanyak uzlah atau menyendiri sejenak guna melakukan muhasabah (introspeksi diri), memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbanyak istighfar, dan kembali mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan hati yang bersih, membaca Al-Qur'an akan kembali terasa ringan dan menenangkan.


Keutamaan Orang yang Disibukkan dengan Al-Qur'an

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan hadis Nabi Muhammad SAW tentang besarnya keutamaan orang yang menghabiskan waktunya untuk belajar, mengajarkan, dan berinteraksi dengan Al-Qur'an.

Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang yang begitu sibuk bersama Al-Qur'an hingga tidak sempat memperbanyak doa, tetap akan diberikan oleh Allah anugerah yang lebih baik daripada apa yang seandainya ia minta dalam doanya.

Pesan ini menjadi motivasi agar umat Islam terus memperbanyak waktu bersama Al-Qur'an, karena setiap detik yang dihabiskan untuk mempelajari dan mengajarkannya tidak akan pernah sia-sia.


Menjadikan Kesulitan sebagai Jalan Mendekat kepada Allah

Nasihat penutup mengajak seluruh jamaah untuk memandang setiap kesulitan hidup sebagai bagian dari riyadhah atau latihan spiritual.

Cobaan, ujian, dan berbagai kesulitan hendaknya diterima sebagai sarana menempa kesabaran, memperkuat keikhlasan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan cara pandang seperti ini, setiap ujian tidak lagi menjadi beban semata, tetapi berubah menjadi jalan untuk meraih ridha Allah.

Melalui rangkaian mauidhoh hasanah tersebut, seluruh peserta Harlah JMQH Kabupaten Blora diajak untuk terus memperbaiki akhlak, mempererat hubungan dengan Al-Qur'an, serta menumbuhkan sikap kasih sayang, pemaaf, dan ikhlas dalam menjalani kehidupan. Semoga nilai-nilai yang disampaikan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar JMQH dan masyarakat luas dalam mewujudkan kehidupan yang penuh keberkahan serta mendapat ridha Allah SWT.

0 Comments